Beberapa hari ini saya dibingungkan oleh term Paradox ini. Ya, saya tampaknya terjebak dalam pemikiran paradoxial yang tampaknya hanya akan bisa saya nikmati di malam hari. Ini semua gara-gara tebak-tebakan iseng, tapi ternyata berbuah kesialan dan kebingungan. (Paling enggak gua sendiri yang bingung. huhuhu). Sebagai berikut:
<quote>This girl goes into the
past and kills her Grandmother. Since her Grandmother is dead the girl
was never born, if she was never born she never killed her grandmother
and she was born.</quote>
Kalo gua coba terjemahkan mungkin jadinya akan seperti ini:
Gadis ini pergi ke masa lalu dan membunuh neneknya. Karena neneknya sudah mati, maka gadis itu tidak pernah lahir, jika dia tidak pernah lahir maka dia tidak pernah membunuh neneknya, dan gadis itu akan lahir.
Nah lho?? Mari kita coba gambarkan dengan skema (sesuai urutan kronologis):
- gadis > masa lalu > membunuh neneknya = gadis tidak lahir
- gadis tidak lahir > nenek hidup > gadis lahir
Jika kita merunut kepada kepercayaan dunia linear (seperti dunia pada umumnya saat ini), seharusnya sang gadis akan hilang. Karena ia membunuh neneknya, maka otomatis ibu dari gadis itu tidak akan lahir juga (iya kan? lha wong neneknya mati. masa udah mati bisa ngelahirin?) Tidak mungkin skema diatas bisa mungkin terjadi. Mari kita membuat satu skema lagi:
- gadis > masa lalu > membunuh neneknya = gadis hilang > ibu tidak lahir > gadis tetap hilang
Namun ada juga kemungkinan sebagai berikut:
- gadis > masa lalu > membunuh neneknya = gadis hilang > ibu sudah lahir > melahirkan gadis
Ada pula kemungkinan sebagai berikut ini lagi:
- gadis > masa lalu > membunuh neneknya = gadis hilang > ibu sudah lahir > gangguan psikologis > gadis tetap hilang
Mengapa ada gangguan psikologis? Karena ibu kehilangan orang yang dicintainya. Mungkin si ibu tidak akan mau berhubungan dengan orang lain (ayah) dan mengakibatkan kehancuran waktu dan kemudian mengakibatkan pula ketidaklahiran si gadis. Sampai disini mungkin sudah tidak ada lagi jawaban yang bisa diberikan.
Akan Tetapi,
Bagaimana jika ternyata dunia kita itu ternyata adalah sebuah dunia paralel?? Dimana banyak dimensi lain yang bersebelahan-namun tidak bersinggungan dengan dimensi yang kita tinggali saat ini? Dimana di tahun 2005 ini saya adalah berstatus sebagai mahasiswa, tetapi ternyata di dunia paralel saya berstatus pekerja kasar? Ataupun saya malahan berstatus sebagai milyuner?
Jika begitu, maka skema pertama di atas dapat saja terjadi:
- gadis > masa lalu > membunuh neneknya = gadis tidak lahir
- gadis tidak lahir > neneknya hidup > gadis lahir
Bagaimana mungkin gadis bisa tidak lahir namun nenek tetap hidup? Itu karena dunia paralel itu tadi. Di dimensi lain, kemungkinan sang nenek akan tetap hidup. Jadi skemanya begini:
- (Dimensi A) gadis > masa lalu > kemudian tersambung ke (Dimensi B) > membunuh nenek > gadis tidak lahir > kemudian di (Dimensi A) > nenek hidup (karena tidak terbunuh, toh gadis tidak lahir) > untuk kemudian gadis lahir > dst dst
Untuk kemudian menjadi sebuah lingkaran paradoksial yang tidak akan terputus. Selesaikah sampai disini? Hey.. tunggu dulu. Saya telah melupakan hal terpenting dari Paradox, yaitu KETIDAKPASTIAN. Ada banyak sekali kemungkinan skenario yang bisa terjadi dalam suatu dunia paralel seperti ini. Bisa saja ternyata nenek hidup > melahirkan bukan ibu tetapi ayah > melahirkan bukan gadis tapi malah anak lelaki.
Jika dirunut mungkin bisa habis kuota blog gua. Hueahuhaeu.. Yah.. Saya juga masih bingung sih sampai disini. Begitu banyak kemungkinan-kemungkinan atau malah hal-hal yang sama sekali tidak terpikirkan oleh otak bebal kecil saya ini.
Yahh.. jika ada yang punya jawabannya, bisa langsung klik comment di bawah ini dan langsung menjawabnya.
akkhh…
thnks.